Pelatihan Pembuatan Komposter Galon Pupuk Organik Ramah Lingkungan (GAPURA) sebagai Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Dusun Beran, Jetis, Bantul

Authors

  • Lulu Najwa Adibah Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Devita Nur Rahma Putri Hartanto Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Nadhia Jellita Fiki Saputri Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Ibnu Rois Poltekkes Kemennkes Yogyakarta
  • Lina Permata Sari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Endar Hayati Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.36565/jak.v8i2.1100

Keywords:

composting, community emprowement, gallon, organic waste

Abstract

The waste issue remains a priority environmental health concern in Indonesia, including in Dusun Beran, Jetis District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. The closure of the Piyungan Landfill has led to an increase in the practice of burning household organic waste, reflecting the limited capacity of the community in managing waste at the source. However, organic waste generated at the household level has the potential to be processed into valuable products. This community service program aims to enhance community awareness, knowledge, and skills in organic waste management through an innovation called GAPURA (Galon Pupuk Organik Ramah Lingkungan - Environmentally Friendly Organic Fertilizer Gallon). The implementation method includes problem identification through surveys, the presentation of materials, practical training on organic waste processing, and evaluation using pre-test and post-test designs. The evaluation results show a significant increase in participants' average knowledge scores from 77 to 85, representing a 12.5% improvement, with a p-value of 0.001. These findings indicate that the GAPURA training program is effective in improving the community's capacity to manage waste at the source. This program contributes to strengthening waste management efforts and supports the achievement of the Bantul Regency Waste-Free target.

References

1. Rois, I., Rahmawati, M. & Herawati, L. Analisis Pengelolaan Sampah Di Pasar Tradisional: Studi Kasus Pasar-Pasar Kapanewon Piyungan Bantul. Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia 5, 40–49 (2024).

2. Hadjo, S. et al. Kesehatan Lingkungan Di Permukiman Perkotaan. (Yayasan Kita Menulis, Medan, 2026).

3. Harefa, M. S., Nasution, C. A. P. & Arsya, I. T. Dampak Timbunan Sampah Terhadap Lingkungan dan Potensi Pemanfaatan Lindi sebagai Solusi. Jurnal Studi Multidisipliner 10, (2026).

4. Kurnia, S. T. et al. Edukasi Rumah Sehat melalui SKK Krida Bina Lingkungan Sehat bagi Anggota SBH Kapanewon Bambanglipuro. jak 8, 286–293 (2026).

5. Rizal, D. A. & Bahri, M. S. Konsep Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pandangan Karl Marx dan Max Weber. Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan 13, 189–209 (2022).

6. Kasjono, H. S. et al. Community empowerment in overcoming environmental health problems in Padukuhan Sawit Bantul: . J. Pemberdaya. Publ. Has. Pengabdi. Kpd. Masy 7, 40–46 (2023).

7. Habib, M. A. F. Kajian Teoritis Pemberdayaan Masyarakat Dan Ekonomi Kreatif. ar-rehla 1, 82–110 (2021).

8. Kurniawan, M. R. et al. Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos oleh KKN Kelompok 28 di Desa Bantarsari. SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia 4, 248–253 (2025).

9. Rosariastuti, M. R., Sutami, S., Dewi, W. S. & Sudadi, S. Kompos Pelet: Solusi Praktis Berkelanjutan, dan Berbasis Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. PRIMA: Journal of Community Empowering and Services 10, 33–43 (2026).

10. Yuniati, W. R. et al. Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga Menggunakan Komposter Tumpuk di Dusun Sumberan, Ngestiharjo, Bantul. ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT 8, 265–272 (2025).

11. Putri, L. K., Hasanah, D. L. & Ernyasih, E. Hubungan antara Pengaruh Sampah Rumah Tangga Tidak Terkelola Terhadap Populasi Vektor Penyakit di Lingkungan Kota. JIM 4, 2231–2238 (2025).

12. Adzani, V. M. et al. Penanganan Sampah Organik Sisa Dapur Dengan Metode Losida Di Dusun Denggung, Tridadi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) 1, 98–102 (2023).

13. Sukarno, I. et al. Pemberdayaan Desa Barengkok: Meningkatkan Pengelolaan Sampah Organik Dan Pemanfaatan Pupuk Kompos. Jurnal Abdi Insani 11, 3108–3119 (2024).

14. R, G. P. N. et al. Pemberdayaan Masyarakat: Pembuatan Komposter Ember Bertumpuk Di Dusun Wojo, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Pengabdian Masyarakat (JKPM) 4, 51–58 (2023).

15. Saragih, D. A. et al. Pemanfaatan Limbah Dapur (Sayuran) Untuk Pembuatan Pupuk Kompos Desa Sampali Kec. Percut Sei Tuan. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat 4, 4813–4817 (2023).

16. Palaastita, N. F. et al. Pemberdayaan Masyarakat: Pembuatan Kompos Sebagai Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Media Galon Bekas di Dusun Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat 2, 656–663 (2024).

17. Fauzana, F. et al. Pemberdayaan Masyarakat Dengan Pembuatan Komposter Di Dusun Randubelang, Bangunharjo. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia 3, 9–19 (2024).

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles