Edukasi Kader: Sosialisasi Gerakan 3P dalam Pencegahan Stunting dan Underweight Balita di Desa Brenggong

Authors

  • Adinda Irvani Putri Fakultas Ekonomi, Universitas Tidar, Magelang
  • Arestu Prananca Fakultas Ekonomi, Universitas Tidar, Magelang
  • Rifqi Maulana Septian Fakultas Ekonomi, Universitas Tidar, Magelang
  • Finda Nurhaliza Fakultas Ekonomi, Universitas Tidar, Magelang
  • Hani ‘Rosyidah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar, Magelang

DOI:

https://doi.org/10.36565/jak.v8i2.1105

Keywords:

stunting, underweight, 3P movement

Abstract

Stunting and underweight remain nutritional problems in toddlers, impacting their physical growth, cognitive development, and long-term health. Monitoring of integrated health service posts (Posyandu) in Brenggong Village, Purworejo Regency, from December 2025 to January 2026, revealed that toddlers with poor nutritional status, particularly underweight, are still at risk of stunting. This issue highlights the need for ongoing prevention and management efforts by strengthening the role of Posyandu cadres as the spearhead of health services at the village level. This community service activity aims to improve the knowledge and role of Posyandu cadres through the socialization of the 3P Movement (Monitoring, Assistance, and Nutritional Intelligence) in preventing stunting and underweight in toddlers. The implementation method includes assisting Posyandu toddlers in six neighborhood units (RW) in Brenggong Village through anthropometric measurements, providing Supplementary Feeding (PMT), and providing nutrition education to mothers of toddlers. Furthermore, the 3P Movement was socialized to all Posyandu cadres by providing educational media in the form of a stunting and underweight bulletin board. The results of the activity indicate that the integrated health service post (Posyandu) plays a crucial role in early detection of toddler nutritional issues, and that the Posyandu cadres' understanding of toddler growth and development monitoring, mentoring families of toddlers with nutritional problems, and providing nutrition education based on local foods has increased. This activity is expected to support positive community behavior change and contribute to a sustainable reduction in the risk of stunting and underweight in Brenggong Village.

References

1. N. Fitri et al., “Strategi Gerakan Cegah Stunting Menggunakan Metode Sosialisasi di Desa Darakunci, Kabupaten Lombok Timur,” Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia, vol. 1, no. 2, Sep. 2022, doi: 10.29303/jpimi.v1i2.1471.

2. R. Tampake, R. Arianty, S. A. Mangundap, and A. S. Ra’bung, “Edukasi Kader Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kemampuan Kader dalam Deteksi Dini Stunting dan Faktor Resiko Stunting pada Balita,” Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 3, no. 1, pp. 100–112, Mar. 2022, doi: 10.33860/pjpm.v3i1.723.

3. N. Arwati and F. R. Blongkod, “Pengembangan Model Pola Asuh Orang Tua terhadap Kejadian Stunting pada Balita,” GEMA KESEHATAN, vol. 16, no. 2, pp. 131–139, Dec. 2024, doi: 10.47539/gk.v16i2.463.

4. Y. Utario, M. Misniarti, and S. Haryani, “Pemberdayaan Kader Posyandu tentang Deteksi Dini Stunting, Stimulasi Tumbuh Kembang dan Gizi Seimbang Balita,” Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), vol. 4, no. 3, p. 519, Nov. 2022, doi: 10.36565/jak.v4i3.423.

5. I. Satibi, E. Marlovia, and M. Maulana, “Sosialisasi Program Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Bagi Kader Kesehatan Posyandu dalam Mewujudkan Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat Desa Sukamenak, Kabupaten Bandung,” Jurnal Adimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 6, 2025.

6. Kemenkes, “SSGI 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8%.” Accessed: Feb. 08, 2026. [Online]. Available: https://kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198

7. Kemenkes BKPK, “Potret Stunting di Indonesia - Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan | BKPK Kemenkes.” Accessed: Feb. 08, 2026. [Online]. Available: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/potret-stunting-di-indonesia/

8. L. Wibowo, D. Setyaji, and R. Setyaning, “Hubungan Antara Praktik Pemberian Makan dan Kedisiplinan Penimbangan Berat Badan dengan Kejadian Underweight pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pengasih II Kabupaten Kulon Progo,” Jurnal Kesehatan Indonesia, vol. 15, Mar. 2025.

9. A. N. Nabila, “Hubungan Karakteristik Ibu Muda dengan Kejadian Stunting, Wasting, dan Underweight pada Anak Usia 6-59 Bulan di Kecamatan Manggala Kota Makassar,” Universitas Hasanuddin, Makassar , 2024. Accessed: Jan. 31, 2026. [Online]. Available: chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://repository.unhas.ac.id/id/epri nt/44571/1/R011211019_skripsi_22-01-2025%20bab%201-2.pdf

10. F. A. Pratama, “Perbedaan Profil Eritrosit antara Anak Stunting dan Anak Underweight di Desa Tiuh Toho Kecamatan Menggala,” Poltekkes Tanjungkarang, Tanjungkarang, 2022.

11. I. Setyorini, “Analisis Underweight Pada Balita Usia 3 – 5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari I,” Universitas Muhammadiyah Klaten, Klaten, 2022. Accessed: Jan. 31, 2026. [Online]. Available: chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://repository.umkla.ac.id/2551/ 1/BAB%20I.pdf

12. N. Djamaluddin and V. A. Hadju, “Pendampingan Balita Underweight dan Refreshing Kader Posyandu untuk Meningkatkan Status Gizi Balita Mentoring Underweight Under Five Children and Refreshing Posyandu Cadres to Improve the Nutritional Status of Under Five Children,” 2023, doi: 10.56338/jks.v6i9.4078

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles